Pandemi Covid 19 "memaksa" kita berdiam diri dari rumah, membatasi segala aktivitas kita yang bisa dilaksanakan diluar rumah. Kegiatan luar rumah hanya bisa dalam keadaan yang memaksa. Segala aspek kehidupan sangat dipengaruhi oleh virus bernama covid 19 ini.
Mulai dari kegiatan perkantoran hingga kegiatan berbelanja di pasar tradisional semua ada protokol kesehatan yang super ketat.Tak terkecuali kegiatan di dunia pendidikan. Para peserta didik dipaksa belajar dirumah, mendengarkan penjelasan dan mengerjakan tugas, semua dilaksanakan di rumah.
Keadaan yang seperti ini terkadang menimbulkan rasa bosan dan jenuh, bukan hanya peserta didik, dikalangan pendidik pun terkadang jenuh, "mati gaya" dan bingung bagaimana cara mengantisipasi rasa jenuh belajar.
Salah satu penyebab kejenuhan belajar bagi peserta didik adalah media pembelajaran yang monoton, hanya pemberian tugas dan penilaian, kalau pun ada penjelasan sangat sedikit dan terkadang tidak terperinci. Bahkan terkadang harus mencari dari berbagai media sehingga menimbulkan kebingungan bagi peserta didik.
Ikatan Guru Indonesia (IGI), melalui salah satu kegiatannya Satu Guru Satu Blog (SAGUSABLOG), memahami hal tersebut. Melalui tag line SATU GURU SATU BLOG berupaya membimbing guru untuk membuat blog pembelajaran, yang dapat digunakan sebagai wadah menampung segala hal yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran.
Apabila diibaratkan, blog adalah rumah dan segala hal yang berkaitan dengan administrasi pembelajaran mulai dari perangkat sampai dengan ujian adalah isi rumah tersebut.
Melalui blog, seorang pendidik dapat memposting media pembelajarannya dengan berbagai variasi (video, tulisan dan lain-lain), dan semua itu dapat diakses melalui media online. Dan hal ini akan menjadi variasi dalam pembelajaran sehingga tingkat kejenuhan dapat diminimalisir. (rhm)








0 komentar:
Posting Komentar